Cara Menulis Cerita Fiksi

Cara Menulis Cerita Fiksi – Berbicara tentang kegiatan tulis menulis yang saat ini menjadi tren bagi segala kalangan khususnya anak muda, tentu para pembaca sudah mengerti sedikit banyaknya tentang arti kegiatan menulis. Ya, kegiatan menulis sudah menjadi tradisi diseluruh belahan dunia ini, menulis sendiri dapat dilakukan dimedia apa saja dan dengan apa saja. Namun, tak sedikit dari kita yang mengenal betul asal-usul tulisan. 

Cara Menulis Cerita Fiksi

Tulisan pertama kali ditemukan di Mesopotamia, Irak bagian selatan, antara sungai Tigris dan sungan Efrat lebih tepatnya. Mesopotamia sangat berperan penting dalam peradaban dunia, salah satu peradaban yang mencolok adalah peradaban Sumeria disekitar tahun 4.500 SM – 1750 SM. Pada masa inilah tulisan pertama kali ditemukan. Dimana pertama kali orang-orang Sumeria menulis diatas tanah liat, dengan menggunakan ilalang sebagai sebagai alat tulisnya.

Cara Menulis Cerita Fiksi

Tulisan Sumeria seperti pada contoh ini merupakan ayah dari segala jenis tulisan yang ada didunia ini. Pada masanya, tulisan Sumeria merupakan tulisan yang pembacaannya dari kanan ke kiri, serta tidak memiliki huruf vocal, dengan kata lain, tulisan pertama yang berasal dari Sumeria ini terdiri dari konsonan penuh. 

Kemudian peradaban tulisan berkembang hingga ke Mesir, yang dikenal dengan Hieroglif. Pada tulisan hieroglif, gambar-gambar yang merupakan bagian inti dari makna tulisan terukir lebih jelas daripada tulisan orang Sumeria. Namun, pada tulisan hieroglif, pembacaan tetap bermula dari kanan ke kiri, serta tidak memiliki komposisi huruf vocal didalamnya.

Tulisan kemudian berkembang lagi kepada jenis tulisan yang disebut aksara paku, hingga pada akhirnya berkembang lagi menjadi bahasa di dataran Arab. Lalu, sekitar tahun 800 SM, tulisan semitik Utara atau yang lebih dikenal dengan nama Phoenicia itu dipinjam oleh Yunani, yang kemudian dikembangkan. Yunani menciptakan lima huruf vocal dalam aljabar tersebut, dan mengubah metode pembacaan yang semula dari kanan ke kiri, berubah menjadi kiri ke kanan.

Demikianlah asal mula lahirnya tulisan aljabar yang kini sering kita gunakan, hingga kini kita bisa menulis dimedia yang beragam, di kertas, dinding, program dan sebagainya. Menulis sendiri telah menjadi skill hidup yang harus dikuasai oleh setiap manusia didunia ini.

Terlepas dari sejarah tulisan alphabet yang sangat lekat dengan kehidupan kita, dalam ruang pembahasan kali ini, saya akan mencoba kembali kepada tujuan wacana ini, yaitu jenis tulisan, prosa fiksi.

Prosa merupakan suatu karya sastra yang berbentuk cerita bebas, tidak terikat pada rima, dan kemerduan bunyi metafora seperti yang bisa ada dalam karya puisi. Bahasa yang digunakan dalam prosa adalah bahasa yang biasa digunakan pada kehidupan sehari-hari.

Pada dasarnya, prosa terdiri dari dua jenis, yaitu prosa fiksi dan prosa non fiksi. Namun, pada kesempatan kali ini, kita akan lebih membahas tentang prosa fiksi.


PROSA FIKSI


Prosa fiksi adalah karya cerita rekaan dari pengarangnya, dimana isi ceritanya tidak sepenuhnya berdasarkan fakta, melainkan berasal dari daya imajinasi si penulisnya.


JENIS PROSA FIKSI

Cerpen

Cerpen adalah cerita fiksi pendek dimana dalam cerita yang terkandung didalamnya tidak mengubah nasib si tokoh. Konflik yang dibahas tidak menjalar kemana-mana, dengan kata lain, dalam proses penyelesaian masalah yang ada, cerita hanya fokus kepada masalah utama itu saja.

Novel

Novel berasal dari Italia, Novel memiliki cerita yang jauh lebih panjang daripada cerpen. Pada karya prosa novel, masalah yang dihadirkan jauh lebih luas, dan pada tokoh terjadi beberapa perubahan nasib.

Dongeng

Dongeng adalah prosa fiksi yang lebih menjurus kearah pemikiran fiksi tanpa mengindahkan nilai-nilai ke-faktaannya. Maksudnya adalah, dalam keseluruhan cerita di dongeng, penulis berimajinasi tanpa batas hingga menghadirkan cerita yang benar-benar tidak mungkin terjadi.

Roman

Roman adalah suatu karya tulis yang menghadirkan suatu cerita tentang suatu tokoh yang bermula dari tokoh itu hidup hingga mati

Esai

Esai adalah karya tulis yang ditulis oleh penulisnya berdasarkan pengalaman pribadi yang sedikit dibumbui oleh beberapa cerita rekaan dengan tujuan untuk mendramatisir cerita.

Beberapa jenis tulisan fiksi memiliki ketertarikan masing-masing dalam membaca ataupun menulisnya, Berikut ini saya akan mencoba membahas tentang unsur-unsur yang ada dalam cerita fiksi.

Tema.

Dalam menentukan tema, kita harus memahami bahwa tema adalah pokok persoalan yang menjadi jiwa dari keseluruhan cerita.

Plot.

Plot biasa dikenal juga sebagai pengembangan ide cerita harus bertahap hingga menghadirkan tulisan yang mudah dimengerti oleh para calon pembaca.

Alur.

Alur merupakan rangkaian cerita yang menghiasi setiap bagian dari plot. Dalam penulisan alur, dapat dilakukan dengan fokus pada perjalanan satu tokoh, ataupun melepaskan alur hingga cerita lebih variatif dengan ragam alur dari beberapa tokoh yang diciptakan dalam cerita. Dalam penentuan alur kita bisa memilih antara alur maju, alur mundur, maupun alur maju-mundur.

Setting.

Penentuan setting sangat dibutuhkan untuk mengadirkan suasana yang dimaksud oleh penulis agar bisa digambarkan oleh para calon pembaca. Dalam penentuan setting, kita dapat memilih antara penentuan setting setara geografis, yaitu dengan menuliskan langsung dimana tempat kejadian berlangsung, ataupun secara antropologis, yaitu dengan menggambarkan tempat kejadian lewat suasana alam yang menggambarkan tempat kejadian.

Penokohan.

Dalam menulis cerita fiksi, kita sudah pasti memerlukan masalah yang ingin diselesaikan, maka sudah dipastikan, kita tidak hanya membutuhkan tokoh protagonis, melainkan tokoh antagonis dan tokoh pembantu. Dalam penokohan, kita harus bisa menggambarkan tokoh yang kita inginkan, hal ini dapat kita lakukan lewat penggambaran secara fisik, yaitu menceritakan tokoh yang kita maksud melalui cirri-ciri fisiknya, atau, secara sifatnya maupun kebiasan-kebiasaanya.

Sudut pandang.

Penentuan sudut pandang penulisan sangatlah penting dalam pembentukan jenis tulisan fiksi. Dalam pemilihan bentuk sudut pandang penulisan, kita dapat memilih antara sudut pandang orang pertama, ataupun sudut pandang orang ketiga.

Suasana.

Pembentukan suasana diperlukan dalam penulisan cerita fiksi untuk memancing daya imajinasi para pembaca agar bisa terjun kedalam suasana yang sebenarnya dimaksud oleh sipenulis.

Demikianlah pembelajaran singkat tentang penulisan Cara Penulisan Cerita Fiksi, semoga sedikit banyaknya dapat berguna bagi para calon penulis muda.

Silahkan klik : Kumpulan Cerita Fiksi karya anak Medan.

by : @dollyishak

KOMENTAR

BACA JUGA